SEKOLAH PRANIKAH
Sabtu, 27 April 2019
12.30-15.00 wib
L2 Masjid PWM Jl. Rejowinngun GedongKuning
Yogyakarta
*."PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA"*
____________________________________semua anak yang lahir adalah fitrah,. ibu_bapak, Allah memberikan amanah terindah yakni seorang bayi mungil yang dilahirkan dari rahim seorang ibu bukan tanpa alasan. sebagaimana sebuah amanah, pastinya akan dituntut sebuah pertanggungjawaban. salah satunya pertanggungjawaban dalam mendidik ia menjadi anak yang senantiasa taat dan patuh menjalankan perintah Allah, Cerdas dan baik terhadap sesama.
untuk mencapai semua itu, maka diperlukan "Pendidikan".
Ingatlah! duhai calon ayah-bunda, pendidikan terbaik untuk anak tak cukup hanya disekolah, tempat les, pondok pesantren, lingkungan sekitar melainkan di rumah yang ia impikan seperti syurga bersama kedua orangtuanya.
Selasa, 23 April 2019
Sabtu, 16 Maret 2019
Kegiatan Sekolah Pra Nikah 2019
Aktifitas dari sekolah pra nikah yang di lakukan oleh pimpinan wilayah Nasyiatul Aisyiyah Yogyakarta Maret 2019 ini
Senin, 11 Maret 2019
DIALOG PEMUDA “MILLENIAL CERDAS MEMILIH” Gedung Bale Kanoman DIY, 9 Maret 2019
DIALOG
PEMUDA
“MILLENIAL
CERDAS MEMILIH”
Gedung Bale Kanoman DIY, 9 Maret 2019
Dialog
Pemuda
“Millenial Cerdas Memilih” ini
di selenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Daerah Istimewa
Yogyakarta yang menghadirkan Pemuda
pemudi Yogyakarta sebanyak 100 peserta yang berasal dari berbagi elemen mahasiswa, sekolah menengah umum, dan masyarakat
umum (pemuda) se DIY. Dialog pemuda ini dilatarbelakangi karena pesta demokrasi pemilu serentak pada tahun ini bersamaan dengan pemilihan presiden. Pelaksanaan pemilu ini adalah yang pertama kali dalam memilih pejabat tinggi negara
secara serentak yakni memilih 5 calon pemimpin sekaligus yang terdiri Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD
Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, pada tanggal 17 April 2019. Bukan
hal mudah bagi masyarakat awam untuk dapat memilih calon pemimpinnya hanya
dengan melihat baliho, spanduk, maupun brosur.
Untuk memilih calon pemimpin muda yang ideal dengan segala “track record” nya dibutuhkan
sebuah proses yang tidak mudah dari proses pencarian informasi di dunia sosial media, hingga
implementasinya dalam kehidupan nyata. Dengan adanya gerakan Golput yang sedang
marak di media sosial dikarenakan apatisme sebagian kelompok terhadap kondisi
politik bangsa. Ini dapat mempengaruhi kaum muda baru untuk menentukan hak suara yang mereka miliki
Untuk mengupas tuntas persoalan
pemilih dalam mengahadpi pemilu yang sedang marak
informasi “GOLPUT” pada
ajang pesta demokrasi PEMILU 17 April 2019, maka dalam dialog pemuda ini telah dihadirkan
narasumber yang berkompeten, yakni: Pihak
Badan Pengawas Pemilu DIY (Bawaslu DIY) seorang ahli dalam bidang pemilu,
dimana tugasnya dalam rangka pengawasan dan pelanggaran terhadap jalannya
pemilu dan menjawab tantangan era millenial mengenai golput,
Bambang Cahya Eka mantan Badan Pengawas Pemilu RI (mantan
BAWASLU RI) seorang ahli dalam
bidang politik sekaligus seorang akademisi. Sementara narasumber lainnya,
yakni Mb Dede.
Dalam dialog pemuda ini ada beberapa pemahaman
dan sharing keilmuan diantaranya: penyaluran aspirasi dan mengkonsolidasikan
pemikiran serta meningkatkan pemahaman tentang kondisi politik dan isu-isu di
dalamnya, memberikan
gambaran bagi masyarakat khususnya remaja putri dalam menentukan calon yang
bisa memperjuangkan aspirasinya, sebagai tempat atau ajang bagi calon legislatif
mengenal calon anggota legislative, mengurangi angka golput terutama dikalangan remaja
dan perempuan, sekaligus memberi kesempatan kepada calon legislatif untuk
menjelaskan visi misinya.
Dialog
pemuda dengan tema “Millenial Cerdas Memilih” ini, akan memberikan edukasi dan
literasi kepada masyarakat terutama pemilih pemula dan para pemuda tentang
pentingnya tahapan pemilu dan regulasinya termasuk mendorong peran serta aktif
dalam memilih.
TALKSHOW & SEKOLAH PRA NIKAH “MENIKAH ITU MUDAH (MENUJU KELUARGA MUDA YANG TANGGUH)” Gedung PWM DIY, 24 Februari 2019
TALKSHOW
& SEKOLAH PRA NIKAH
“MENIKAH
ITU MUDAH (MENUJU KELUARGA MUDA YANG TANGGUH)”
Gedung
PWM DIY, 24 Februari 2019
Talkshow
“Menikah itu Mudah (Menuju Keluarga Muda Yang Tangguh)” ini di selenggarakan
oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta yang
menghadirkan perempuan muda sebanyak 100 peserta yang berasal dari Pimpinan
Cabang dan Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisiyah, dan masyarakat umum se DIY.
Talkshow ini dilatarbelakangi tingginya kasus perceraian di Indonesia yang
melibatkan pasangan muda, untuk itulah laki-laki dan perempuan muda
yang menyempurnakan diri dengan menikah membutuhkan pemahaman, keikhlasan, dan
kedewasaan dalam berkeluarga agar bisa “berlayar” mengarungi samudera kehidupan
dengan sukses mencapai sakinah mawaddah dan Rahmah.
Untuk mencapai mahligai rumah
tangga yang sakinah mawaddah warohmah dibutuhkan sebuah proses yang tidak mudah
dari proses persiapannya hingga implementasinya dalam kehidupan nyata. Adapun
persiapan yang perlu meliputi: kesiapan pemikiran, psikologis, fisik dan
finansial. Apalagi di era digital dan milenial ini, godaan kehidupan yang serba
“bebas” akan menjadi batu ujian keluarga untuk membangun rumah tangga yang
harmonis dan sejahtera.
Untuk
mengupas tuntas persoalan tantangan nikah bagi calon pasangan baru dalam
talkshow ini telah dihadirkan narasumber yang berkompeten, yakni: Muhammad
Jamaluddin Ahmad, S.Psi., seorang ahli psikologi pernikahan yang akan membedah
dan menjawab tantangan keluarga di era milenial. Sementara narasumber lainnya,
yakni Bunda Wening yang akan membedah persoalan dengan mengetengahkan
pembicaraan pada Love is Not Blind.
Selain
itu, yang paling penting dalam agenda ini adalah pembukaan program “Sekolah Pra
Nikah” yang akan dilakukan sebanyak 5 kali pada tahun 2019, sekolah pra nikah
ini bertujuan memberikan dasar pengetahuan yang komprehensif
tentang sebuah pernikahan, menumbuhkan semangat agar jangan takut menikah,
memberikan pilihan rasional dan spiritual di dunia pernikahan kepada calon
keluarga baru, dan tentunya mempersiapkan bekal yang “cukup” dalam mengarungi
bahtera rumah tangga sehingga terwujud keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.
Dalam
sekolah Pra nikah terdapat beberapa pemahaman dan sharing keilmuan terkait
beberapa hal: Pernikahan dalam Islam “Membangun Pemahaman Prinsip rumah
tangga sesuai ajaran Islam”; Psikologi Pernikahan “Membangun hubungan yang
saling membahagiakan dengan pasangan”; Kesehatan Reproduksi “Mempersiapkan
reproduksi yang sehat untuk masa depan”; manajemen Keuangan Keluarga “Financial
Planning”, dan Pendidikan Anak dalam Keluarga “ Mengenal, berkomunikasi, memotivasi
dan menjadi idola anak”. Artinya Sekolah
pra nikah ini sebagai ladang ilmu dan lading amal bagi calon keluarga baru agar
dapat melaksanakan fungsi dan perannya dalam berumah tangga dan di
lingkungannya. Selain itu, agar mampu menyingkapi dan menyelesaikan berbagai
permasalahan rumah tangga baru, terutama menghindari konflik keluarga yang
berujung pada perceraian. Banyak pasangan yang tidak mampu mempertahankan
perkawinan sehingga memilih bercerai meskipun pada usia perkawinan yang sangat
muda. Hal ini dapat dilihat dari kasus perceraian yang muncul setiap
tahunnya yang tercatat di pengadilan agama yang jumlahnya tidak pernah
berkurang, tapi malah semakin bertambah. Dampak perceraian itu tidak saja
dirasakan pasangan yang bercerai namun juga berdampak buruk bagi pertumbuhan
dari psikologi anak.
Kamis, 21 Februari 2019
“Perempuan dalam kancah perpolitikan”
“Perempuan dalam kancah perpolitikan”
Euforia Pemilu Presiden, DPD, DPR RI, DPRD
Propinsi, dan DPRD kabupaten di tahun 2019 akan segera dimulai, tepatnya 17
April 2019 pesta rakyat akan bergemuruh di seluruh antero sejagad Indonesia.
Tidak ketinggalan pula kaum perempuan,
ikut andil dalam kontestasi politik ini, namun ketika perempuan dihadapkan pada
hitungan kursi diparlemen, maka seberapa pun akhirnya yang kelak terpilih dalam
anggota legislative, perempuan diharapkan memiliki ruang yang sama dengan laki-laki.
Sejauh ini, ketentuan UU Pemilu tentang kuota
30% keterwakilan perempuan di parlemen baru sebatas kata-kata indah. Faktanya,
lembaga politik, juga lembaga birokrasi di Indonesia, sebagian besar kewenangan
dan kekuasaannya melekat pada laki laki. Banyak keputusan politik yang berpihak
pada kaum laki laki dan kepentingan perempuan sering terabaikan. Ini terlihat
dari adanya beberapa peraturan perundangan dan peraturan daerah yang tidak berpihak
pada kaum perempuan.
Padahal, dalam banyak hal perempuan memiliki
potensi yang tidak kalah dengan kaum laki-laki, seperti di dunia
profesionalisme kerja, tak sedikit perempuan yang duduk dalam jabatan eksekutif,
menjadi manajer, direktur di suatu perusahaan selain itu dalam bidang social perempuan
juga mampu memegang kendali ini. Sementara dalam ranah politik, perempuan
Indonesia masih dipandang sebelah mata. Di negara-negara lain, perempuan telah
membuktikan diri mampu dalam kepemimpinan politik. Sebut saja sejumlah contoh,
antara lain Israel dengan Golda Meir, Pakistan dengan Benazir Bhutto, Filipina
dengan Cory Aquino.
Melihat kondisi ini, menjadi catatan penting
bagi para eksekutif untuk lebih memperhatikan dan memberikan supportnya kepada
kaum perempuan di Indonesia untuk ikut serta dalam kontestasi politik agar
tercipta korelasi antara keduanya.
Yogyakarta, 22 Febuari 2019
Minggu, 02 Desember 2018
MEMPERINGATI 1 ABAD MUALLIMAT MUHAMMADIYAH
MEMPERINGATI 1 ABAD MUALLIMAT
MUHAMMADIYAH
Bertempat
di ruang Siti Baroroh Universitas Aisiyah Yogyakarta (UNISA) pada tanggal 25
November 2018 Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan kegiatan
seminar Internasional. Pembicara Prof. Dr. Rahmah binti Haji Ahmad Osman dari
International Islamic University Malaysia, Prof.Dr. R. Siti Zuhro, M.A.
peneliti politik dari LIPI, Prof. Dr. Masyithoh
Chusnan, M.Ag ketua PP Aisiyah bidang pendidikan dasar dan menengah.
Turut hadir memberikan sambutan Siti Noordjannah Djohantini M.M., M.Si ketua
umum pimpinan pusat ‘Aisiyah dan bapak Habib Chirzin.
Menurut
Bu Noordjannah bahwa Madrasah Mu’allimin-Mu’allimat sebagai fondasi gerakan
Muhammadiyah dan Aisyiyah pada awal berdirinya tahun 1918, 1 tahun setelah
berdirinya Aisyiyah pada tahun 1917.Madrasah hadir dari pikiran
Kyai dan Nyai Ahmad Dahlan. “Sekaligus merefleksikan bagaimana peran yang telah
dilakukan dan menjadi fondasi bagi gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah melalui
pendidikan Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimat Muhammadiyah,” dalam penyampaian
Ibu Agustyani Ernawati, S.Pd, Direktur Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah
,mengatakan Madrasah Mu’allimat mempunyai tanggung jawab untuk mencerdaskan
perempuan dalam keagamaan, intelektual, sosial, budaya, dan politik.
Bangsa
yang besar dan majemuk seperti Indonesia rentan perpecahan. Kemajemukan tak
hanya merupakan kekuatan, tapi juga mengandung kelemahan. Kehadiran perempuan
dalam politik kebangsaan penting, di tengah munculnya arus politik yang hendak
merusak persatuan dalam berbangsa dan bernegara.”Partisipasi perempuan dalam
politik kebangsaan merupakan konsekuensi logis dari hak konstitusional dan
demokrasinya sebagai warganegara,” kata Siti Zuhro.
Terpilihnya Sunanto Sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah
Terpilihnya Sunanto Sebagai Ketua Umum
PP Pemuda Muhammadiyah
Setelah
terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto atau
biasa disapa Cak Nanto menyatakan tidak akan membawa Pemuda Muhammadiyah ke
dalam pusaran politik praktis, hal tersebut disampaikan di Gedung Sportorium
UMY pada 28 November 2018 lalu.
"Pemuda
Muhammadiyah tidak akan saya seret ke dalam politik praktis," ujar Cak
Nanto, Kendati tidak akan terlibat dalam politik praktis, namun, Cak Nanto
mengaku tetap akan menggerakkan kader-kader yang memiliki potensi secara
individu untuk berpolitik.
Sunanto
yang sebelumnya menjabat sebagai Hubungan Antar Lembaga Pimpinan Pusat Pemuda
Muhammadiyah itu mendapatkan 590 suara dari 1.196 daftar pemilih. Mengalahkan
calon ketua umum lainnya.
Dalam
perhitungan surat suara, Cak Nanto menang dengan cukup meyakinkan, meninggalkan
dua pesaing lainnya Ahmad Fanani dan Ahmad Labib. Fanani memperoleh 266 suara
dan Ahmad Labib mendapatkan 292 suara. Sedangkan Sukron dan Faisal
masing-masing mendapatkan 2 suara. Sementara Andi Fajar 0 suara.
Menurutnya,
Perjuangan berat karena nama besar Pemuda Muhammadiyah yang telah dicapai oleh
Kakanda Dahnil anzar Simanjuntak begitu besar respek terhadap Pemuda
Muhammadiyah, sehingga kepemimpinan ke depan harus lebih kuat, lebih besar dan
mampu mengantarkan kader-kader ke orbitasenya.
Langganan:
Postingan (Atom)
MILAD KE-107 MUHAMMADIYAH
Milad ke 107 Muhammadiyah yang diadakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tepatnya Senin 18 November 2019 dan di...
-
DEPARTEMEN PENDIDIKAN PIMPINAN WILAYAH NASYIATUL AISYIAH YOGYAKARTA Biro Konsultasi Psikologi Remaja PWNA DIY Departemen Pendidik...
-
Dalam rangka memeriahkan HUT Bank Jogya ke-58 dan HUT Pemerintah Kota Yogyakarta ke-72, Pemerintah kota Jogya bersama dengan Ban...
-
Milad ke 107 Muhammadiyah yang diadakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tepatnya Senin 18 November 2019 dan di...




