Minggu, 30 Juni 2019

PELAYANAN PASHMINA DJOIST DI GEDUNG KRIDOSONO YOGYAKARTA






Dalam rangka memeriahkan HUT Bank Jogya ke-58 dan HUT Pemerintah Kota Yogyakarta ke-72, Pemerintah kota Jogya bersama dengan Bank Jogya mengadakan acara senam dan jalan sehat yang diikuti ratusan masyarakat Yogyakarta.
Antusiame ini menjadikan remaja remaja NA (Nasyiatul Aisiyah) PASHMINA DJOISt ikut meramaikan acara tersebut. Agenda yang di hadiri banyak pihak tersebut menambah suasana gedung Kridosono semakin meriah.

PASHMINA DJOIST merupakan bentuk pelayanan dalam bidang kesehatan, diantaranya diantaranya pemeriksaan kadar HB, pos konsultasi kesehatan reproduksi, pos konseling dan masih banyak lagi.

Inilah agenda teman teman PASHMINA dalam rangka perayaan HUT Bank Jogya ke-58 dan HUT Pemerintah Kota Yogyakarta ke 72:






Sabtu, 29 Juni 2019

POMPA SEMANGAT PAGI..


POMPA SEMANGAT PAGI...

Kamu tidak harus menjadi hebat dulu untuk memulai, tapi kamu perlu memulai untuk menjadi hebat. Zig Ziglar”
Kadang-kadang ketika kita bangun di pagi hari, ada keraguan untuk melakukan sesuatu. Ragu karena takut kesalahan terulang atau justru membayangkan hal buruk yang mungkin terjadi. Berhenti memikirkan semua yang buruk, lalu mulailah melangkah.
Mulailah wujudkan mimpimu dari hal kecil sekalipun. Kamu tidak harus menjadi seseorang yang punya segalanya baru mewujudkan cita-citamu. Cita-citamu dapat terwujud jika kamu segera mulai untuk mewujudkannya. Dengan begitu, kamu akan jadi orang hebat. Hebat tidak ditentukan dari bagaimana kamu memulai, tetapi apa yang dapat kamu lakukan.



Selasa, 25 Juni 2019

Memaknai Syawalan


MEMAKNAI SYAWALAN....

Syawalan yang merupakan kegiatan rutin setiap Idul Fitri, sebenarnya merupakan tradisi yang hanya ada di Indonesia. Namun kegiatan ini menjadi sarat makna karena di dalam acara tersebut terdapat kegiatan yaitu silaturahmi dan halal bihalal saling meminta dan memberikan maaf, sekaligus dapat juga menjadi sarana refleksi terhadap keberhasilan-keberhasilan apa sajakah yang telah berhasil diraih, dan apakah keberhasilan tersebut telah dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi untuk kemudian menjadi sarana dalam menjalin Relationship.
Idul fitri sebagai awal lembaran hidup baru dengan tetap istiqomah dengan fitrah, dan dapat menjalin kembali semangat silaturahmi, benang-benang persaudaraan, sehingga dapat mewujudkan rekonsiliasi kultural.
Lebih jauh memaknai syawalan atau halal bi halal ini memiliki beberapa signifikansi, pertama, sebagai ajang untuk saling bermaaf-maafan.
Kedua, sebagai ajang untuk melepas rindu dan tanya kabar mengenai keberadaan sanak kerabat. Orang Indonesia rela bermacet-macet ria di jalanan untuk ini. Yang tidak kalah unik adalah orang Indonesia berani bayar mahal untuk ini, rela menabung sedari jauh-jauh hari untuk ini!
Ketiga, sebagai sarana mengakrabkan kembali antara yang kaya dengan yang menengah, serta yang miskin; antara yang muda dengan yang tua, antara atasan dan bawahan. Momen syawalan merupakan momen untuk mencairkan suasana yang agak kaku, senggang, menghilangkan keseganan karena orang itu atasan atau bawahannya.
Dalam tradisi syawalan, ritual yang lazim biasanya sekelompok orang baik keluarga besar, penduduk satu RT atau kampung, dan kawan/rekan kerja berkumpul bersama di suatu tempat. Tradisi umumnya memang agak formal, yakni dengan mengundang seorang penceramah untuk mengisi kegiatan syawalan ini. Petuah-petuah ustadz, kyai  atau disebut sebagai agen ini umumnya berisikan tentang makna syawalan dan pentingnya silaturahim.
Sampai pada titik ini semua orang mengetahui bahwa momen syawalan adalah momen silaturahim dan bermaaf-maafan. Namun yang juga patut dan perlu ditekankan, di samping dua hal di atas adalah bahwa momen syawalan sebagai momen untuk mengetahui keberadaan sanak keluarga kita secara lebih dekat.

kami keluarga besar Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Yogyakarta mengucapkan Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin... 
25 juni 2019


Selasa, 23 April 2019

Pendidikan Anak Dalam Keluarga

SEKOLAH  PRANIKAH
Sabtu, 27 April 2019
12.30-15.00 wib
L2 Masjid PWM Jl. Rejowinngun GedongKuning
Yogyakarta

*."PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA"*
____________________________________semua anak yang lahir adalah fitrah,. ibu_bapak, Allah memberikan amanah terindah yakni seorang bayi mungil yang dilahirkan dari rahim seorang ibu bukan tanpa alasan. sebagaimana sebuah amanah, pastinya akan dituntut sebuah pertanggungjawaban. salah satunya pertanggungjawaban dalam mendidik ia menjadi anak yang senantiasa taat dan patuh menjalankan perintah Allah, Cerdas dan baik terhadap sesama.

untuk mencapai semua itu, maka diperlukan "Pendidikan".

Ingatlah! duhai calon ayah-bunda, pendidikan terbaik untuk anak tak cukup hanya disekolah, tempat les, pondok pesantren, lingkungan sekitar melainkan di rumah yang ia impikan seperti syurga bersama kedua orangtuanya.

Sabtu, 16 Maret 2019

Kegiatan Sekolah Pra Nikah 2019

Aktifitas dari sekolah pra nikah yang di lakukan oleh pimpinan wilayah Nasyiatul Aisyiyah Yogyakarta Maret 2019 ini

Senin, 11 Maret 2019

DIALOG PEMUDA “MILLENIAL CERDAS MEMILIH” Gedung Bale Kanoman DIY, 9 Maret 2019


DIALOG PEMUDA
MILLENIAL CERDAS MEMILIH
Gedung Bale Kanoman DIY, 9 Maret 2019


Dialog PemudaMillenial Cerdas Memilih” ini di selenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menghadirkan Pemuda pemudi Yogyakarta sebanyak 100 peserta yang berasal dari berbagi elemen mahasiswa, sekolah menengah umum, dan masyarakat umum (pemuda) se DIY. Dialog pemuda ini dilatarbelakangi karena pesta demokrasi pemilu serentak pada tahun ini bersamaan dengan pemilihan presiden. Pelaksanaan pemilu ini adalah yang pertama kali dalam memilih pejabat tinggi negara secara serentak yakni memilih 5 calon pemimpin sekaligus yang terdiri Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, pada tanggal 17 April 2019. Bukan hal mudah bagi masyarakat awam untuk dapat memilih calon pemimpinnya hanya dengan melihat baliho, spanduk, maupun brosur.
Untuk memilih calon pemimpin muda yang ideal dengan segala “track record” nya dibutuhkan sebuah proses yang tidak mudah dari proses pencarian informasi di dunia sosial media, hingga implementasinya dalam kehidupan nyata. Dengan adanya gerakan Golput yang sedang marak di media sosial dikarenakan apatisme sebagian kelompok terhadap kondisi politik bangsa. Ini dapat mempengaruhi kaum muda baru untuk menentukan  hak suara yang mereka miliki

Untuk mengupas tuntas persoalan pemilih dalam mengahadpi pemilu yang sedang marak informasi “GOLPUT” pada ajang pesta demokrasi PEMILU 17 April 2019, maka dalam dialog pemuda ini telah dihadirkan narasumber yang berkompeten, yakni: Pihak Badan Pengawas Pemilu DIY (Bawaslu DIY) seorang ahli dalam bidang pemilu, dimana tugasnya dalam rangka pengawasan dan pelanggaran terhadap jalannya pemilu dan menjawab tantangan era millenial mengenai golput, Bambang Cahya Eka mantan Badan Pengawas Pemilu RI (mantan BAWASLU RI) seorang ahli dalam bidang politik sekaligus seorang akademisi. Sementara narasumber lainnya, yakni Mb Dede.
Dalam dialog pemuda ini ada beberapa pemahaman dan sharing keilmuan diantaranya: penyaluran aspirasi dan mengkonsolidasikan pemikiran serta meningkatkan pemahaman tentang kondisi politik dan isu-isu di dalamnya, memberikan gambaran bagi masyarakat khususnya remaja putri dalam menentukan calon yang bisa memperjuangkan aspirasinya, sebagai tempat atau ajang bagi calon legislatif mengenal calon anggota legislative, mengurangi angka golput terutama dikalangan remaja dan perempuan, sekaligus memberi kesempatan kepada calon legislatif untuk menjelaskan visi misinya.
Dialog pemuda dengan tema “Millenial Cerdas Memilih” ini, akan memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terutama pemilih pemula dan para pemuda tentang pentingnya tahapan pemilu dan regulasinya termasuk mendorong peran serta aktif dalam memilih.



MILAD KE-107 MUHAMMADIYAH

Milad ke 107 Muhammadiyah yang diadakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tepatnya Senin 18 November 2019 dan di...