Rabu, 20 November 2019

MILAD KE-107 MUHAMMADIYAH




Milad ke 107 Muhammadiyah yang diadakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tepatnya Senin 18 November 2019 dan dihadiri sekitar 20.000 orang.

Malam itu cuaca sempat hujan, namun tidak menyurutkan gemuruh riuh langkah derap warga Muhammadiyah untuk merayakan milad muhammadiyah. Bersama ibu-ibu, orang tua bahkan remaja yang berjalan bangga mengenakan jas almamater dan seragam ortom, ikut merayakan kemeriahan yang luar biasa dalam Milad Muhammadiyah.

Setelah acara dibuka dengan lantunan ayat suci al-Quran yang dibacakan oleh salah satu mahasiswi komunikasi 2019 UMY peraih beasiswa hafidz Muhammadiyah, selanjutnya para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Muhammadiyah. Euforia warga Muhammadiyah bersenandung dengan diiringi UMY Philarmonic Orchestra yang memenuhi area sportorium UMY yang megah. Disini ada haru dan bangga ketika lagu itu dinyanyikan bersama.

Dalam pidato Prof. Muhadjir Effendy, Menko PMK bahwa "Muhammadiyah tidak perlu sibuk mengatakan NKRI harga mati, karena kiprahnya sudah menunjukkan bukti yang tak bisa ditolak." "Pengabdian Muhammadiyah untuk Bangsa dan Negara ada dan nyata. Adanya puluhan ribu sekolah, universitas,  rumah sakit, dan masih banyak lagi. Bagi Muhammadiyah, Indonesia adalah Darul 'Ahdi Wasy-Syahadah. Tak ada konsep negara lain yang diterima di Muhammadiyah kecuali Negara Kesatuan Republik Indonedia." Hadirin bergemuruh bertepuk tangan.

UMY adalah kampus Muhammadiyah pertama di Indonesia yang memiliki tim orkestra dengan standard Internasional. Rasanya tak banyak juga kampus lain di negeri ini yang memilikinya. Saat sebagian kalangan masih sibuk berdebat soal fiqh alat musik, sebagaimana coraknya sebagai gerakan tajdid, Muhammadiyah sudah bergerak ke masa depan. Malam itu mars Muhammadiyah, Sang Surya, dibawakan dalam format orkestra!

Nuansa magis segera menghipnotis seluruh ruangan ketika ribuan orang menyanyikan lagu itu bersama-sama. Malam itu, refleksi 100 tahun kiprah TK Aisyiah Bustanul Athfal dipersembahkan dalam bentuk sendra tari yang sangat memukau. Melibatkan ratusan penari dewasa dan anak-anak kecil. Semua elemen gerak, elemen teater, elemen musik, dikemas secara apik.

Tak ketinggalan Online University dan Iuran Muhammadiyah yang diluncurkan oleh Muhammadiyah dengan elegan menujukkan kiprahnya dalam melintasi zaman.

Izinkan saya menutup tulisan ini dengan mengutip pesan penting yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, ketua umum PP Muhammadiyah. "107 tahun telah berlalu dan Muhammadiyah tetap selalu berkiprah untuk kemajuan umat, bangsa dan kemanusiaan semesta. Usaha mencerdaskan tidak kenal berhenti. Ribuan sekolah, dua puluhan ribu TK ABA, ratusan universitas dan perguruan tinggi, dan seluruh amal usaha Muhammadiyah adalah bagian dari gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita berharap, setelah perjalanan 107 tahun ini Muhammadiyah akan tetap bersinar, menyinari zaman dan semesta, membawa suara pencerdasan kehidupan umat, bangsa dan kemanusiaan universal."

Akhirnya semua keindahan ini, semua rasa ini, semua hal istimewa dan luar biasa yang ada di tubuh dan ruh persyarikatan ini, tak boleh hilang. Tugas kita menjaga dan mempertahankannya, memastikan Sang Surya terus bersinar menerangi dan melintasi zaman

Yogyakarta, 21 November 2019  

Minggu, 01 September 2019

MILAD NASYIATUL 'AISYIYAH

Milad 91 tahun Nasyiatul Aisyiyah. 28 Dzulhijjah 1349 H - 1440 H . "Berkarya Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan"


dakwah nyata NA adalah dengan ‘mencetak’ anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat. Kesungguhan NA dalam menggeluti tumbuh kembang anak yang diwujudkan salah satunya dengan kepeduliannya terhadap masalah stuntingmerupakan dakwah nyata NA yang sangat luar biasa. Hal ini hendaknya menjadikan Muhammadiyah memperbanyak bersyukur dan mendorong NA untuk terus bergerak


Selamat Milad, Nasyiatul ‘Aisyiyah, semoga nasyiah makin giat tebar manfaat dan selalu bahagia

Selamat Tahun Baru Hijriah

Selamat Tahun Baru Hijriah
"Masa Depan yang Lebih Baik"

Banyak masalah2 dan tantangan yg lalu mgkn yg blm selesai, sudah selesai namun kurang maksimal, sudah selesai dan butuh tantangan lain.

Momen pergantian tahun, awal bulan, awal hari bisa d jadikan momentum perbaikan itu.

Banyak anak2 kita mungkin bahkan kita sendiri sekarang tdk bisa lepas dr "gadget" baik yang WA, ber Medsos, gaming, dll.

Trus bagaimana caranya mengurangi "kecanduan" gadget itu?? Apalagi utk anak tercinta yg kita hanya sebentar menemaninya, tentu sekaranglah saatnya utk mengajarkan dan membentuk karakter. ---"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya"----
Itu paribahasa yg populer

Nah jika anak kita sering pegang gadget utk main or yg lainnya kita ortu perlu melihat ke diri kita, apakah kita selalu pegang HP/gadget d depan anak2 kita??? Jika jawabannya tidak..its ok tidak perlu khawatir..mudah utk mengantisipasinya..
Tapi jika jawabannya IYA, maka kita (ortu) lah yg perlu mengingatkan pd diri kita. Sdhkah kita menjadi contoh yg baik???? Alhamdulillah sebulan lebih mencoba treatment tsb finally di momen yg bagus 1 Muharram ini smoga menginspirasi kita semua utk menyelamatkan anak2 kita di era yg sangat maju ini agar dgn karakter anak2 kita tumbuh sesuai impian dan doa kita.

Gunakan waktu kita utk kebahagian dan kedekatan dgn keluarga kita.
--"Family is The Number ONE Client"--
Keluarga adalah klient utamaku
 Ketua KIK, Jujuk Iswanti

PWNA DIY GELAR SEMINAR BANJIR ORDER DARI INSTAGRAM

PWNA DIY GELAR SEMINAR BANJIR ORDER DARI INSTAGRAM

Hari minggu (ahad) 1 september 2019 di Aula Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta telah menyelenggarakan  kegiatan seminar banjir order dari instagram.

kegiatan PWNA DIY hari ini alhamdulilah berjalan lancar. dalam agenda ini terselip sesuatu yang sangat menggembirakan khusus nya bagi perempuan, hadirnya krucils2 cilik yang ikut andil dalam menyemarakkan acara ini.

ini adalah dokumentasi dari agenda banjir order dari instagram.... 


apa sih materi materi yang dibahas.....?????

MATERINYA.......membahas bagaimana Cara menempati TOP 10 Pencarian instagram
7 Kesalahan pemula pengguna IG untuk Bisnis, Rahasia menaikkan Follower Instagram Secara Alami, Mencari #Hastag IG yang Powerfull, Aplikasi2 pendukung IG (Android), Algoritma (Alur Pola Pikir) IG terbaru

 sesi diskusi.... bersama pemateri.....



wouw...menarik gaes..., agenda agenda PWNA DIY yang diselenggarakan oleh departemen ekonomi...,

Nah......didalamnya juga terselip eduacare anak gaes..., yukkkk kita intip..., apa aja sih...dan ngapain aja sih...si krucils..krucils...ini berpolah...










inilah aksi...para bocil bocil di arena seminar banjir order dari instagram...

salam senyum...kami dari Nasyiah Yogyakarta...  


TRAINING PRA NIKAH 2

                          TRAINING PRA NIKAH TAHAP 2

Berhubungan dan beriteraksi dengan beberapa kasus psikologi yang salah satunya terkait dengan persoalan keluarga seringkali menjadi kegelisahan tersendiri, terutama bagi para aktivis yang mengabdi untuk masyarakat terutama pada perempuan.

Kali ini ..kita akan membahas mengenai training pra nikah yang ke-2, yang sebelumnya PWNA DIY khususnya departemen pendidikan telah melakukan sekolah training pra nikah tahap 1..,
Di tahap pan ini aada beberapa dokumentasi mengenai training pra nikah tahap 2.., 

yuk mari kita intip bersama gaess, apa aja sih kegiatan kegiatannya….. :) :) :)







berbagai aktifitas yang dilakukan saat sekolah pra nikah ini..., keren banget gaes agenda program departemen pendidikan PWNA DIY ini, patut kiat apresiate.. deh..., keceee....badai....

ini adalah closing dari kegiatan sekolah bersama di TRAINING PRA NIKAH TWO.., fotooooo....bersamaa...., karena NAsyiah itu menggembirakan....,

Senin, 19 Agustus 2019

WISE ANGER TRAINING


PWNA DIY hadir kembali dalam agenda Wise Anger Training Ahad, 18 Agustus 2019 bertempat di aula PWM DIY, dengan menghadirkan Bunda Wening dan Husnul Khatimah Husairi,S.Psi,M.Sc sebagai pemateri. Yang mana kegiatan ini diikuti oleh para ibu2 muda.

Mengapa agenda ini penting, karena kami CINTA menghadirkan yang terbaik pada setiap anak dengan mengajar anak-anak dan orang dewasa, kesejahteraan holistik, kecerdasan emosi, dan pemberdayaan diri melalui sumber daya dan pelatihan inovatif kami.

Kami percaya semua anak memiliki potensi luar biasa dan harus diajarkan cinta diri sejak usia muda! Dengan mempelajari keterampilan hidup yang positif dan mempraktikkan cara mudah untuk percaya pada diri mereka sendiri, anak-anak lebih mampu belajar dengan baik dan membuat pilihan hidup yang lebih sehat. Harga diri yang sehat menurunkan risiko anak-anak menjadi korban pelecehan anak, kehamilan yang tidak diinginkan, penyalahgunaan zat dan gangsterisme.
Lalu WISE menggunakan kesadaran, permainan, mendongeng dan kegiatan bermain yang sifatnya positif.


Inilah salah satu bentuk kepedulian kami Nasyiah Yogyakarta dalam merajut pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan pelatihan yang berdaya guna.
SALAM NASYIAH... dari kami untuk kalian...



Minggu, 30 Juni 2019

PELAYANAN PASHMINA DJOIST DI GEDUNG KRIDOSONO YOGYAKARTA






Dalam rangka memeriahkan HUT Bank Jogya ke-58 dan HUT Pemerintah Kota Yogyakarta ke-72, Pemerintah kota Jogya bersama dengan Bank Jogya mengadakan acara senam dan jalan sehat yang diikuti ratusan masyarakat Yogyakarta.
Antusiame ini menjadikan remaja remaja NA (Nasyiatul Aisiyah) PASHMINA DJOISt ikut meramaikan acara tersebut. Agenda yang di hadiri banyak pihak tersebut menambah suasana gedung Kridosono semakin meriah.

PASHMINA DJOIST merupakan bentuk pelayanan dalam bidang kesehatan, diantaranya diantaranya pemeriksaan kadar HB, pos konsultasi kesehatan reproduksi, pos konseling dan masih banyak lagi.

Inilah agenda teman teman PASHMINA dalam rangka perayaan HUT Bank Jogya ke-58 dan HUT Pemerintah Kota Yogyakarta ke 72:






Sabtu, 29 Juni 2019

POMPA SEMANGAT PAGI..


POMPA SEMANGAT PAGI...

Kamu tidak harus menjadi hebat dulu untuk memulai, tapi kamu perlu memulai untuk menjadi hebat. Zig Ziglar”
Kadang-kadang ketika kita bangun di pagi hari, ada keraguan untuk melakukan sesuatu. Ragu karena takut kesalahan terulang atau justru membayangkan hal buruk yang mungkin terjadi. Berhenti memikirkan semua yang buruk, lalu mulailah melangkah.
Mulailah wujudkan mimpimu dari hal kecil sekalipun. Kamu tidak harus menjadi seseorang yang punya segalanya baru mewujudkan cita-citamu. Cita-citamu dapat terwujud jika kamu segera mulai untuk mewujudkannya. Dengan begitu, kamu akan jadi orang hebat. Hebat tidak ditentukan dari bagaimana kamu memulai, tetapi apa yang dapat kamu lakukan.



Selasa, 25 Juni 2019

Memaknai Syawalan


MEMAKNAI SYAWALAN....

Syawalan yang merupakan kegiatan rutin setiap Idul Fitri, sebenarnya merupakan tradisi yang hanya ada di Indonesia. Namun kegiatan ini menjadi sarat makna karena di dalam acara tersebut terdapat kegiatan yaitu silaturahmi dan halal bihalal saling meminta dan memberikan maaf, sekaligus dapat juga menjadi sarana refleksi terhadap keberhasilan-keberhasilan apa sajakah yang telah berhasil diraih, dan apakah keberhasilan tersebut telah dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi untuk kemudian menjadi sarana dalam menjalin Relationship.
Idul fitri sebagai awal lembaran hidup baru dengan tetap istiqomah dengan fitrah, dan dapat menjalin kembali semangat silaturahmi, benang-benang persaudaraan, sehingga dapat mewujudkan rekonsiliasi kultural.
Lebih jauh memaknai syawalan atau halal bi halal ini memiliki beberapa signifikansi, pertama, sebagai ajang untuk saling bermaaf-maafan.
Kedua, sebagai ajang untuk melepas rindu dan tanya kabar mengenai keberadaan sanak kerabat. Orang Indonesia rela bermacet-macet ria di jalanan untuk ini. Yang tidak kalah unik adalah orang Indonesia berani bayar mahal untuk ini, rela menabung sedari jauh-jauh hari untuk ini!
Ketiga, sebagai sarana mengakrabkan kembali antara yang kaya dengan yang menengah, serta yang miskin; antara yang muda dengan yang tua, antara atasan dan bawahan. Momen syawalan merupakan momen untuk mencairkan suasana yang agak kaku, senggang, menghilangkan keseganan karena orang itu atasan atau bawahannya.
Dalam tradisi syawalan, ritual yang lazim biasanya sekelompok orang baik keluarga besar, penduduk satu RT atau kampung, dan kawan/rekan kerja berkumpul bersama di suatu tempat. Tradisi umumnya memang agak formal, yakni dengan mengundang seorang penceramah untuk mengisi kegiatan syawalan ini. Petuah-petuah ustadz, kyai  atau disebut sebagai agen ini umumnya berisikan tentang makna syawalan dan pentingnya silaturahim.
Sampai pada titik ini semua orang mengetahui bahwa momen syawalan adalah momen silaturahim dan bermaaf-maafan. Namun yang juga patut dan perlu ditekankan, di samping dua hal di atas adalah bahwa momen syawalan sebagai momen untuk mengetahui keberadaan sanak keluarga kita secara lebih dekat.

kami keluarga besar Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Yogyakarta mengucapkan Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin... 
25 juni 2019


Selasa, 23 April 2019

Pendidikan Anak Dalam Keluarga

SEKOLAH  PRANIKAH
Sabtu, 27 April 2019
12.30-15.00 wib
L2 Masjid PWM Jl. Rejowinngun GedongKuning
Yogyakarta

*."PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA"*
____________________________________semua anak yang lahir adalah fitrah,. ibu_bapak, Allah memberikan amanah terindah yakni seorang bayi mungil yang dilahirkan dari rahim seorang ibu bukan tanpa alasan. sebagaimana sebuah amanah, pastinya akan dituntut sebuah pertanggungjawaban. salah satunya pertanggungjawaban dalam mendidik ia menjadi anak yang senantiasa taat dan patuh menjalankan perintah Allah, Cerdas dan baik terhadap sesama.

untuk mencapai semua itu, maka diperlukan "Pendidikan".

Ingatlah! duhai calon ayah-bunda, pendidikan terbaik untuk anak tak cukup hanya disekolah, tempat les, pondok pesantren, lingkungan sekitar melainkan di rumah yang ia impikan seperti syurga bersama kedua orangtuanya.

Sabtu, 16 Maret 2019

Kegiatan Sekolah Pra Nikah 2019

Aktifitas dari sekolah pra nikah yang di lakukan oleh pimpinan wilayah Nasyiatul Aisyiyah Yogyakarta Maret 2019 ini

Senin, 11 Maret 2019

DIALOG PEMUDA “MILLENIAL CERDAS MEMILIH” Gedung Bale Kanoman DIY, 9 Maret 2019


DIALOG PEMUDA
MILLENIAL CERDAS MEMILIH
Gedung Bale Kanoman DIY, 9 Maret 2019


Dialog PemudaMillenial Cerdas Memilih” ini di selenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menghadirkan Pemuda pemudi Yogyakarta sebanyak 100 peserta yang berasal dari berbagi elemen mahasiswa, sekolah menengah umum, dan masyarakat umum (pemuda) se DIY. Dialog pemuda ini dilatarbelakangi karena pesta demokrasi pemilu serentak pada tahun ini bersamaan dengan pemilihan presiden. Pelaksanaan pemilu ini adalah yang pertama kali dalam memilih pejabat tinggi negara secara serentak yakni memilih 5 calon pemimpin sekaligus yang terdiri Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, pada tanggal 17 April 2019. Bukan hal mudah bagi masyarakat awam untuk dapat memilih calon pemimpinnya hanya dengan melihat baliho, spanduk, maupun brosur.
Untuk memilih calon pemimpin muda yang ideal dengan segala “track record” nya dibutuhkan sebuah proses yang tidak mudah dari proses pencarian informasi di dunia sosial media, hingga implementasinya dalam kehidupan nyata. Dengan adanya gerakan Golput yang sedang marak di media sosial dikarenakan apatisme sebagian kelompok terhadap kondisi politik bangsa. Ini dapat mempengaruhi kaum muda baru untuk menentukan  hak suara yang mereka miliki

Untuk mengupas tuntas persoalan pemilih dalam mengahadpi pemilu yang sedang marak informasi “GOLPUT” pada ajang pesta demokrasi PEMILU 17 April 2019, maka dalam dialog pemuda ini telah dihadirkan narasumber yang berkompeten, yakni: Pihak Badan Pengawas Pemilu DIY (Bawaslu DIY) seorang ahli dalam bidang pemilu, dimana tugasnya dalam rangka pengawasan dan pelanggaran terhadap jalannya pemilu dan menjawab tantangan era millenial mengenai golput, Bambang Cahya Eka mantan Badan Pengawas Pemilu RI (mantan BAWASLU RI) seorang ahli dalam bidang politik sekaligus seorang akademisi. Sementara narasumber lainnya, yakni Mb Dede.
Dalam dialog pemuda ini ada beberapa pemahaman dan sharing keilmuan diantaranya: penyaluran aspirasi dan mengkonsolidasikan pemikiran serta meningkatkan pemahaman tentang kondisi politik dan isu-isu di dalamnya, memberikan gambaran bagi masyarakat khususnya remaja putri dalam menentukan calon yang bisa memperjuangkan aspirasinya, sebagai tempat atau ajang bagi calon legislatif mengenal calon anggota legislative, mengurangi angka golput terutama dikalangan remaja dan perempuan, sekaligus memberi kesempatan kepada calon legislatif untuk menjelaskan visi misinya.
Dialog pemuda dengan tema “Millenial Cerdas Memilih” ini, akan memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terutama pemilih pemula dan para pemuda tentang pentingnya tahapan pemilu dan regulasinya termasuk mendorong peran serta aktif dalam memilih.



TALKSHOW & SEKOLAH PRA NIKAH “MENIKAH ITU MUDAH (MENUJU KELUARGA MUDA YANG TANGGUH)” Gedung PWM DIY, 24 Februari 2019


TALKSHOW & SEKOLAH PRA NIKAH
“MENIKAH ITU MUDAH (MENUJU KELUARGA MUDA YANG TANGGUH)”
Gedung PWM DIY, 24 Februari 2019

Talkshow “Menikah itu Mudah (Menuju Keluarga Muda Yang Tangguh)” ini di selenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menghadirkan perempuan muda sebanyak 100 peserta yang berasal dari Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisiyah, dan masyarakat umum se DIY. Talkshow ini dilatarbelakangi tingginya kasus perceraian di Indonesia yang melibatkan pasangan muda, untuk itulah laki-laki dan perempuan muda yang menyempurnakan diri dengan menikah membutuhkan pemahaman, keikhlasan, dan kedewasaan dalam berkeluarga agar bisa “berlayar” mengarungi samudera kehidupan dengan sukses mencapai sakinah mawaddah dan Rahmah.
Untuk mencapai mahligai rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah dibutuhkan sebuah proses yang tidak mudah dari proses persiapannya hingga implementasinya dalam kehidupan nyata. Adapun persiapan yang perlu meliputi: kesiapan pemikiran, psikologis, fisik dan finansial. Apalagi di era digital dan milenial ini, godaan kehidupan yang serba “bebas” akan menjadi batu ujian keluarga untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.
Untuk mengupas tuntas persoalan tantangan nikah bagi calon pasangan baru dalam talkshow ini telah dihadirkan narasumber yang berkompeten, yakni: Muhammad Jamaluddin Ahmad, S.Psi., seorang ahli psikologi pernikahan yang akan membedah dan menjawab tantangan keluarga di era milenial. Sementara narasumber lainnya, yakni Bunda Wening yang akan membedah persoalan dengan mengetengahkan pembicaraan pada Love is Not Blind.
Selain itu, yang paling penting dalam agenda ini adalah pembukaan program “Sekolah Pra Nikah” yang akan dilakukan sebanyak 5 kali pada tahun 2019, sekolah pra nikah ini bertujuan memberikan dasar pengetahuan yang komprehensif tentang sebuah pernikahan, menumbuhkan semangat agar jangan takut menikah, memberikan pilihan rasional dan spiritual di dunia pernikahan kepada calon keluarga baru, dan tentunya mempersiapkan bekal yang “cukup” dalam mengarungi bahtera rumah tangga sehingga terwujud keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.
Dalam sekolah Pra nikah terdapat beberapa pemahaman dan sharing keilmuan terkait beberapa hal: Pernikahan dalam Islam “Membangun Pemahaman Prinsip rumah tangga sesuai ajaran Islam”; Psikologi Pernikahan “Membangun hubungan yang saling membahagiakan dengan pasangan”; Kesehatan Reproduksi “Mempersiapkan reproduksi yang sehat untuk masa depan”; manajemen Keuangan Keluarga “Financial Planning”, dan Pendidikan Anak dalam Keluarga “ Mengenal, berkomunikasi, memotivasi dan menjadi idola anak”. Artinya Sekolah pra nikah ini sebagai ladang ilmu dan lading amal bagi calon keluarga baru agar dapat melaksanakan fungsi dan perannya dalam berumah tangga dan di lingkungannya. Selain itu, agar mampu menyingkapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan rumah tangga baru, terutama menghindari konflik keluarga yang berujung pada perceraian. Banyak pasangan yang tidak mampu mempertahankan perkawinan sehingga memilih bercerai meskipun pada usia perkawinan yang sangat muda. Hal ini dapat dilihat dari kasus perceraian yang muncul setiap tahunnya yang tercatat di pengadilan agama yang jumlahnya tidak pernah berkurang, tapi malah semakin  bertambah. Dampak perceraian itu tidak saja dirasakan pasangan yang bercerai namun juga berdampak buruk bagi pertumbuhan dari psikologi anak.


Kamis, 21 Februari 2019

“Perempuan dalam kancah perpolitikan”


“Perempuan dalam kancah perpolitikan”

Euforia Pemilu Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Propinsi, dan DPRD kabupaten di tahun 2019 akan segera dimulai, tepatnya 17 April 2019 pesta rakyat akan bergemuruh di seluruh antero sejagad Indonesia. Tidak ketinggalan pula kaum  perempuan, ikut andil dalam kontestasi politik ini, namun ketika perempuan dihadapkan pada hitungan kursi diparlemen, maka seberapa pun akhirnya yang kelak terpilih dalam anggota legislative, perempuan diharapkan memiliki ruang yang sama dengan laki-laki.

Sejauh ini, ketentuan UU Pemilu tentang kuota 30% keterwakilan perempuan di parlemen baru sebatas kata-kata indah. Faktanya, lembaga politik, juga lembaga birokrasi di Indonesia, sebagian besar kewenangan dan kekuasaannya melekat pada laki laki. Banyak keputusan politik yang berpihak pada kaum laki laki dan kepentingan perempuan sering terabaikan. Ini terlihat dari adanya beberapa peraturan perundangan dan peraturan daerah yang tidak berpihak pada kaum perempuan.

Padahal, dalam banyak hal perempuan memiliki potensi yang tidak kalah dengan kaum laki-laki, seperti di dunia profesionalisme kerja, tak sedikit perempuan yang duduk dalam jabatan eksekutif, menjadi manajer, direktur di suatu perusahaan selain itu dalam bidang social perempuan juga mampu memegang kendali ini. Sementara dalam ranah politik, perempuan Indonesia masih dipandang sebelah mata. Di negara-negara lain, perempuan telah membuktikan diri mampu dalam kepemimpinan politik. Sebut saja sejumlah contoh, antara lain Israel dengan Golda Meir, Pakistan dengan Benazir Bhutto, Filipina dengan Cory Aquino.

Melihat kondisi ini, menjadi catatan penting bagi para eksekutif untuk lebih memperhatikan dan memberikan supportnya kepada kaum perempuan di Indonesia untuk ikut serta dalam kontestasi politik agar tercipta korelasi antara keduanya.

Yogyakarta, 22 Febuari 2019




Minggu, 02 Desember 2018

MEMPERINGATI 1 ABAD MUALLIMAT MUHAMMADIYAH



MEMPERINGATI 1 ABAD MUALLIMAT MUHAMMADIYAH

Bertempat di ruang Siti Baroroh Universitas Aisiyah Yogyakarta (UNISA) pada tanggal 25 November 2018 Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan kegiatan seminar Internasional. Pembicara Prof. Dr. Rahmah binti Haji Ahmad Osman dari International Islamic University Malaysia, Prof.Dr. R. Siti Zuhro, M.A. peneliti politik dari LIPI, Prof. Dr. Masyithoh Chusnan, M.Ag ketua PP Aisiyah  bidang pendidikan dasar dan menengah. Turut hadir memberikan sambutan Siti Noordjannah Djohantini M.M., M.Si ketua umum pimpinan pusat ‘Aisiyah dan bapak Habib Chirzin.

Menurut Bu Noordjannah bahwa Madrasah Mu’allimin-Mu’allimat sebagai fondasi gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah pada awal berdirinya tahun 1918, 1 tahun setelah berdirinya Aisyiyah pada tahun 1917.Madrasah  hadir  dari pikiran Kyai dan Nyai Ahmad Dahlan. “Sekaligus merefleksikan bagaimana peran yang telah dilakukan dan menjadi fondasi bagi gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah melalui pendidikan Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimat Muhammadiyah,” dalam penyampaian Ibu Agustyani Ernawati, S.Pd, Direktur Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah ,mengatakan Madrasah Mu’allimat mempunyai tanggung jawab untuk mencerdaskan perempuan dalam keagamaan, intelektual, sosial, budaya, dan politik.

Bangsa yang besar dan majemuk seperti Indonesia rentan perpecahan. Kemajemukan tak hanya merupakan kekuatan, tapi juga mengandung kelemahan. Kehadiran perempuan dalam politik kebangsaan penting, di tengah munculnya arus politik yang hendak merusak persatuan dalam berbangsa dan bernegara.”Partisipasi perempuan dalam politik kebangsaan merupakan konsekuensi logis dari hak konstitusional dan demokrasinya sebagai warganegara,” kata Siti Zuhro.
           

MILAD KE-107 MUHAMMADIYAH

Milad ke 107 Muhammadiyah yang diadakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tepatnya Senin 18 November 2019 dan di...